Wayang kulit Tiongkok dibuat dengan cara menatah dan mewarnai kulit hewan tipis, lalu menancapkannya pada batang bambu agar bisa digerakkan di belakang layar. Proses paling sulit justru ada di tahap persiapan kulit dan penatahan pola. Pewarnaan relatif lebih mudah. Berikut urutan langkahnya supaya kamu tidak bingung harus mulai dari mana.
Mengenal wayang kulit Tiongkok lebih dulu
Pertunjukan wayang kulit di Tiongkok dikenal sebagai piyingxi. Layar putih, lampu di belakang, dan tokoh-tokoh yang digerakkan dengan tiga batang bambu menjadi ciri utamanya. Tokoh yang tampil biasanya diambil dari kisah sejarah atau legenda, dan tiap tokoh punya pola wajah yang berbeda supaya penonton langsung mengenali karakternya.
Di banyak daerah, wayang kulit dibuat dari kulit keledai atau kerbau yang disamak khusus. Ketebalannya tipis, tapi tetap kaku setelah kering. Sifat inilah yang membuatnya bisa ditatah detail tanpa mudah sobek.
Alat dan bahan yang perlu disiapkan
Untuk latihan awal, kulit samak tradisional belum perlu. Kulit sintetis tipis atau kertas tebal berlapis bisa jadi bahan percobaan yang lebih murah. Begitu sudah nyaman dengan pola dan tatahannya, baru beralih ke kulit asli.
- Kulit samak tipis, atau kertas tebal 200 gram sebagai pengganti awal
- Pisau tatah kecil dengan mata tajam, plus jarum pentul
- Pensil 2B untuk menjiplak pola
- Gunting kecil dan gunting biasa
- Batang bambu sepanjang sekitar 30 cm, tiga potong per tokoh
- Benang nilon atau kawat halus untuk mengikat
- Pewarna kulit, bisa cat akrilik encer atau tinta khusus kulit
- Kuwas kecil ukuran 0 sampai 2
- Papan alas potong atau talenan kayu
Langkah 1: Menyiapkan dan menghaluskan kulit
Kalau memakai kulit samak, rendam dulu beberapa saat dalam air bersih sampai lentur. Angkat, lalu keringkan dengan kain tanpa diperas. Kulit yang terlalu basah akan melar saat ditatah, sedangkan yang terlalu kering mudah pecah.
Letakkan kulit di atas papan alas dengan sisi halus menghadap ke atas. Gosok perlahan permukaannya dengan kain atau batu penghalus supaya rata dan bersih dari sisa lemak. Untuk bahan kain atau kertas berlapis, cukup ratakan dengan setrika bersuhu rendah di antara dua lembar kain.
Langkah 2: Menjiplak pola tokoh
Pola wayang kulit terdiri dari bagian kepala, badan, tangan, dan kaki yang disambung dengan simpul kecil. Gambar pola di atas kertas terlebih dahulu, lalu jiplak ke kulit dengan pensil. Tekan ringan saja supaya garisnya tidak membekas terlalu dalam.
Untuk tokoh pertama, pilih pola sederhana dengan sedikit lubang tatahan. Wajah dengan garis mata dan hidung yang tegas lebih mudah dikerjakan daripada pola penuh ornamen. Kalau kamu tertarik pada ekspresi wajah yang lebih dramatis, perhatikan perbandingan pola topeng upacara pada tiga jenis topeng Tiongkok kuno; prinsip pembagian wajahnya mirip dengan wayang.
Langkah 3: Menatah lubang pola
Taruh kulit di atas papan alas, lalu tatah mengikuti garis pensil. Pegang pisau tegak lurus dan tekan pelan-pelan. Gerakkan papan, bukan pisaunya, supaya arah potongan tetap stabil.
Mulai dari lubang kecil di area mata, lalu lanjut ke ornamen. Sisakan jarak sekitar dua milimeter antar lubang agar kulit tidak retak. Kalau kamu baru pertama kali memegang pisau tatah, latihan di potongan kulit sisa selama setengah jam akan sangat membantu sebelum menyentuh pola utama.
Kesabaran di tahap menatah menentukan hasil akhir. Satu lubang yang terlalu dekat dengan lubang lain bisa membuat kulit robek saat wayang digerakkan.
Langkah 4: Mewarnai wayang
Warna pada wayang kulit Tiongkok tidak sembarangan. Merah biasanya dipakai untuk tokoh pemberani, hitam untuk yang tegas, dan hijau atau biru untuk tokoh bijak. Kamu bisa mengikuti aturan ini atau membuat skema warnamu sendiri kalau hanya untuk latihan.
Encerkan cat sedikit agar meresap ke pori kulit. Sapukan tipis merata, tunggu kering, lalu tambah lapisan kedua bila warnanya kurang pekat. Hindari menutup lubang tatahan dengan cat karena cahaya tidak akan tembus dan siluet wayang jadi kacau.
Langkah 5: Memasang batang penggerak
Pasang tiga batang bambu: satu di bagian leher atau kepala, satu di tangan kanan, satu di tangan kiri. Rekatkan dengan benang nilon yang dililit rapat, lalu olesi sedikit lem kayu di atas lilitan untuk mengunci.
Uji gerak wayang di depan lampu. Kalau tangannya kaku atau berat, periksa apakah simpul sendi terlalu ketat. Simpul yang baik membuat bagian tubuh bergerak bebas tapi tidak goyah.
Membuat wayang butuh ketelitian tangan. Kalau kamu menikmati kerja tangan seperti ini, latihan membentuk wajah dari bahan lunak juga bisa memperkuat kepekaanmu terhadap proporsi, seperti pada panduan membuat topeng dari tanah liat untuk pemula.
Merawat wayang agar tahan lama
Simpan wayang dalam posisi tegak, digantung pada palang kayu atau diletakkan di kotak berpenyangga. Jangan menumpuknya karena bagian tatahan mudah patah. Jauhkan dari tempat lembap supaya kulit tidak berjamur, dan bersihkan debu dengan kuas lembut secara rutin.
Kalau memakai bahan kertas untuk latihan, wayang hanya bertahan beberapa kali pertunjukan. Kulit samak asli bisa bertahan bertahun-tahun bila dirawat dengan benar, dan warnanya makin matang seiring waktu.
Ringkasan
Membuat wayang kulit Tiongkok berarti menyiapkan kulit, menjiplak pola, menatah lubang, mewarnai, lalu memasang batang penggerak. Latih tiap tahap secara terpisah sebelum menggabungkannya menjadi satu tokoh utuh, dan mulai dari pola sederhana agar hasilnya rapi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah bisa memakai kertas sebagai pengganti kulit?
Bisa untuk latihan awal. Kertas tebal 200 gram atau kertas berlapis cukup kuat untuk ditatah, meski tidak setahan kulit samak. Harganya murah sehingga kamu bisa berlatih berkali-kali tanpa takut boros bahan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu tokoh?
Untuk pemula, satu tokoh sederhana bisa memakan waktu beberapa hari jika dikerjakan santai. Penatahan detail ornamen biasanya memakan waktu paling lama, sementara pewarnaan dan pemasangan batang relatif cepat.
Warna cat apa yang paling cocok untuk kulit samak?
Cat akrilik yang diencerkan atau tinta khusus kulit bisa dipakai. Uji dulu di potongan kecil untuk melihat daya serapnya. Kalau cat menggumpal di permukaan, encerkan lagi sedikit agar warnanya rata.